Loneliness dan Internalizing Problems Remaja

(Submitted 2 September 2021) (Published 28 Februari 2022)

  • Khofifah Nur Sabrina University of Muhammadiyah Malang
  • Nandy Agustin Syakarofath University of Muhammadiyah Malang
  • Diah Karmiyati University of Muhammadiyah Malang
  • Dian Caesaria Widyasari University of Muhammadiyah Malang

Abstract

Loneliness yaitu keadaan seseorang yang menginginkan kehadiran orang lain tetapi tidak terpenuhi. Remaja yang memiliki perasaan kesepian yang berkepanjangan dan tidak diatasi maka akan semakin besar remaja melakukan gejala Internalizing problems. Internalizing problems adalah sebuah penghayatan seseorang dalam menghadapi masalah ke dalam diri secara berlebihan. Sehingga terjadi gejala depresi, kecemasan, penarikan sosial terhadap seseorang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan loneliness dan internalizing problems pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimen dengan teknik simple random sampling dan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 616 orang. Kriteria penelitian ini adalah remaja berusia 15-18 tahun dan berdomisili di Jawa Timur. Skala yang digunakan adalah UCLA Loneliness Scale Version 3 dan Strength & Difficulties Questionnaire (SDQ). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara Loneliness dan Internalizing Problems ditandai dengan nilai r = 0,618, p = 0,000, yang berarti semakin tinggi tingkat Loneliness pada seseorang maka semakin tinggi pula tingkat Internalizing Problems yang dimilikinya.

 

Keywords: Adolescence, Internalizing problems, Loneliness.

References

Astuti, Y. D. (2019). Kesepian dan Ide Bunuh Diri di Kalangan Tenaga Kerja Indonesia. Psikologika: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi, 24(1), 35–58. https://doi.org/10.20885/psikologi.vol24.iss1.art4

Bian, M., & Leung, L. (2014). Linking loneliness, shyness, smartphone addiction symptoms, and patterns of smartphone use to social capital. Social Science Computer Review, 61-79. DOI: https://doi.org/10.1177%2F0894439314528779

Blossom, P., & Apsche, J. (2013). Effects of Loneliness on Human Development. International Journal of Behavioral Consultation and Therapy, 28-29

Brehm, S. S., Miller, R. S., Perlman, D., & Campbell, S. M. (2002). Intimate Relationship Third Edition. New York: McGraw-Hill.

Danneel, S., Maes, M., Vanhalst, J., Bijttebier, P., & Goossens, L. (2017). Developmental Change in Loneliness and Attitudes Toward Aloneness in Adolescence. Journal of Youth and Adolescence, 47(1), 148–161. https://doi.org/10.1007/s10964-017-0685-5

Danneel, S., Nelemans, S., Spithoven, A., Bastin, M., Bijttebier, P., Colpin, H., Van Den Noortgate, W., Van Leeuwen, K., Verschueren, K., & Goossens, L. (2019). Internalizing Problems in Adolescence: Linking Loneliness, Social Anxiety Symptoms, and Depressive Symptoms Over Time. Journal of Abnormal Child Psychology, 47(10), 1691–1705. https://doi.org/10.1007/s10802-019-00539-0

Erzen, E., & Çikrikci, Ö. (2018). The effect of loneliness on depression: A meta-analysis. International Journal of Social Psychiatry, 64(5), 427–435. https://doi.org/10.1177/0020764018776349

Fitri, N. F., & Adelya, B. (2017). Kematangan emosi remaja dalam pengentasan masalah. Jurnal Penelitian Guru Indonesia, 2(2), 30–39. https://jurnal.iicet.org/index.php/jpgi/article/view/225

Febriani, Z. (2021). Perbedaan Tingkat Kesepian pada Remaja Ditinjau dari Jenis Kelamin. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7032-7037.

Goodman, A., Lamping, D. L., & Ploubidis, G. B. (2010). When to use boader internalising and externalising subscales instead of the hypothesised five subscales on the strengths and difficulties questionnaire (SDQ): data from british parents, teachers and children. J Abnorm Child Psychol.

Goossens, L. (2018). Loneliness in Adolescence: Insights From Cacioppo’s Evolutionary Model. Child Development Perspectives, 12(4), 230–234. https://doi.org/10.1111/cdep.12291

Goodman, R. (1997). The strengths and difficulties questionnaire: a research note. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 581-586.

Graber, J. A., & Sontag, L. M. (2009). Internalizing Problems During Adolescence. Handbook of Adolescent Psychology, 642-682.

Griffin, J. (2010). The Lonely Society. Mental Health Foundation.

Kusumastuti, D., & Mastuti, E. (2019). Hubungan Antara Persepsi Keterlibatan Ayah Dalam Pengasuhan Dan Kematangan Emosi Pada Remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan Dan Perkembangan, 8, 10–20.

Maes, M., Qualter, P., Vanhalst, J., Van den Noortgate, W., & Goossens, L. (2019). Gender Differences in Loneliness Across the Lifespan: A Meta-Analysis. European Journal of Personality, 33(6), 642–654. https://doi.org/10.1002/per.2220

Merrell, K. W. (2008). Helping Students Overcome Depression and Anxiety. New York: Guilford Press.

Miller, R. S. (2018). Intimate Relationships. New York: McGraw-Hill Education.

Misnani, J. (2016). Hubungan Perilaku Asertif dan Kesepian dengan Kecemasan Sosial Korban Bullying Pada Siswa. Psikoborneo, 4(4), 516–521. https://media.neliti.com/media/publications/129183-ID-perilaku-asertif-dan-kecenderungan-kenak.pdf

Morrow, M. T., Hubbard, J. A., Dearing, K. F., McAuliffe, M. D., & Rubin, R. M. (2006). Childhood aggression, depressive symptoms, and peer rejection: The mediational model revisited. International Journal of Behavioral Development, 30(3), 240–248. https://doi.org/10.1177/0165025406066757

Nurdiani, A. F. (2014). Uji Validitas Konstruk Alat ukur Ucla Loneliness Scale Version 3. Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia, 377-391.

Nursyahrurahmah. (2018). Hubungan kelekatan teman sebaya terhadap kesepian dimediasi oleh kompetensi sosial remaja. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang, Malang

Russel, D. W. (1996). UCLA loneliness scale (version 3): reliability, validity, and factor structure. Journal of Personality Assesment, 20-40.

Santrock, J. W. (2011). Life Span Development. Jakarta: Erlangga.

Santini, Z. I., Pisinger, V. S. C., Nielsen, L., Madsen, K. R., Nelausen, M. K., Koyanagi, A., Koushede, V., Roffey, S., Thygesen, L. C., & Meilstrup, C. (2021). Social Disconnectedness, Loneliness, and Mental Health Among Adolescents in Danish High Schools: A Nationwide Cross-Sectional Study. Frontiers in Behavioral Neuroscience, 15(April). https://doi.org/10.3389/fnbeh.2021.632906

Scaini, S., Palmiera, S., & Caputi, M. (2018). The Relationship Between Parenting and Internalizing Problems in Childhood. Parenting-Empirical Advances and Intervention Resources, 87-100.

Siwi, L. G., & Qomaruddin, M. B. (2021). Perasaan kesepian berhubungan dengan depresi, kecemasan, dan stres pada siswa SMA. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 739-746.

Suwarni, S., & Rahayu, D. A. (2020). Peningkatan Kemampuan Interaksi Pada Pasien Isolasi Sosial Dengan Penerapan Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi Sesi 1-3. Ners Muda, 1(1), 11. https://doi.org/10.26714/nm.v1i1.5482

Swatrz, S. G. (2012). Child and Adolescent Development: A South African Sociocultural Pespective. Oxford: Oxford University Press.

van Winkel, M., Wichers, M., Collip, D., Jacobs, N., Derom, C., Thiery, E., Myin-Germeys, I., & Peeters, F. (2017). Unraveling the Role of Loneliness in Depression: The Relationship Between Daily Life Experience and Behavior. Psychiatry (New York), 80(2), 104–117. https://doi.org/10.1080/00332747.2016.1256143

Wiguna, T., Kris, P. S., Pamela, C., Rheza, A. M., & Hapsari, W. A. (2010). Masalah emosi dan perilaku pada anak dan remaja di poliklinik jiwa anak dan remaja RSUPN dr. Ciptomangunkusumo (RSCM), Jakarta. Sari Pedatri, 270-277.

Yanizon, A. (2016). Description of The Social Adjustment of Students In Madrasah Aliyah 1 Curup. KOPASTA: Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling, 3(1), 1–8. https://doi.org/10.33373/kop.v3i1.260

Yusuf, N. P. (2016). Hubungan Harga Diri dan Kesepian dengan Depresi pada Remaja. Psychology Forum UMM, 386-393.

Published
2022-02-28
Section
Articles
pdf
Abstract views: 446
downloads: 306