STUDI EKSPERIMENTAL CAMPURAN BETON UNTUK MENINGKATKAN MUTU BETON DENGAN BAHAN TAMBAH LIMBAH AMP DAN VARIASI AGREGAT DARI RIAU

  • Husnah Husnah husain Universitas abdurrab
Keywords: limbah amp vira jaya, fly ash, rigid pavement

Abstract

Pemanfaatan limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan ini, sehingga limbah tidak lagi menimbulkan masalah lingkungan sosial masyarakat namun bisa digunakan menjadi hal yang berguna. Di bidang teknik sipil telah banyak limbah dijadikan sebagai bahan tambah campuran beton, misalnya penelitian yang telah dilakukan oleh (Munir, 2008) tentang Pemanfaatan abu batu bara (fly ash) untuk hollow block yang bermutu dan aman bagi lingkungan. Di Kabupaten Kampar terdapat beberapa perusahan-perusahan yang memproduksi AMP (Asphal Mixing Plant) atau unit produksi campuran beraspal, misalnya PT. Vira Jaya yang menghasilkan jumlah abu terbang (fly ash) atau limbah amp yang cukup besar, dimana hasil limbah tersebut tergantung jumlah produksi amp, makin besar produksi amp maka semakin besar pula limbah yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini apakah fly ash hasil limbah produksi AMP dapat mempengaruhi kuat lentur beton bahan dengan Bahan tambah fly ash (limbah amp) sebagai Bahan Perkerasan Kaku (Rigid Pavement). Dan Untuk mengetahui komposisi campuran beton dengan dengan fly ash limbah amp yang tepat untuk mendapatkan kekuatan (kuat lentur) beton optimum pada perkerasan kaku (rigid pavement). Dalam penelitian ini digunakan salah satu bahan mineral tambahan pozzolan berupa fly ash hasil limbah produksi AMP. Dengan penggunaan fly ash hasil limbah amp di teliti sebagai bahan pengganti semen pada campuran beton yang diaplikasikan pada perkerasan kaku (Rigid Pavement). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total benda uji 24 buah. untuk benda uji kuat lentur berbentuk balok dengan ukuran 60x15x15 cm dan berbentuk silinder 15 x 30cm dengan variasi kadar fly ash 0%, 5%, 10%,15% yang di uji pada umur 7 dan 28 hari dengan fas sebesar 0.38. Masing-masing variasi berjumlah 3 benda uji. Penggunaan Pasir Urug dan fly ash hasil pembakaran AMP memenuhi syarat  untuk campuran beton Fs 45. Hasil optimum didapat pada penambahan 5% dengan nilai kuat lentur 70.07 % pada umur 7 hari dan sebesar 103.45 % pada Umur Beton 28 Hari. Sedangkan nilai kuat tekan 363,62 kg/cm2 pada umur 7 hari dan 460,09 kg/cm2 pada umur 28 hari. Jika di analisis pada pengganti semen 5 % adalah titik optimum untuk penambahan fly ash. Penggunaan fly ash dengan variasi diatas 5%  pada campuran  tersebut tidak lagi sebagai pozzolan yang dapat membentuk senyawa yang bersifat mengikat akan tetapi fungsinya menjadi agregat halus dalam campuran beton, akibat pemakaian fly ash yang berlebihan menyebabkan limbah fly ash tidak habis bereaksi dengan air dalam campuran beton.

Published
2019-01-27