KARAKTERISTIK PASIEN SKABIES DI SMF ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN RSUD MANDAU KABUPATEN BENGKALIS PERIODE JANUARI 2021-JANUARI 2022

Penulis

  • Tri Harianti Rumah Sakit Umum Daerah Mandau
  • Prayoga Eko Nuryadi Universitas Abdurrab
  • Almamira Oktamara Universitas Abdurrab
  • Lenisha Tantia Universitas Abdurrab
  • Santry Indriani Lestari Universitas Abdurrab
  • Viola Anggraini Asrizal Universitas Abdurrab

DOI:

https://doi.org/10.36341/cmj.v6i1.2852

Kata Kunci:

prevalensi, skabies, studi deskriptif retrospektif

Abstrak

Skabies merupakan suatu penyakit kulit yang menular disebabkan oleh Sarcoptes scabiei varietas hominis (tungau atau kutu kecil). Skabies menimbulkan gatal akibat tungau betina hidup di lapisan epidermis selama 30 hari siklus. Gejala khas yang ditimbulkan dari infestasi tungau ini berupa liang dangkal seperti terowongan akibat Sarcoptes scabiei varietas hominis yang menembus kulit, gatal hebat pada malam hari, ruam umum dapat terjadi pada sebagian besar tubuh atau terbatas pada bagian tertentu. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui gambaran prevalensi pasien skabies di RSUD Mandau Kabupaten Bengkalis serta gambaran pasien skabies berdasarkan usia, jenis kelamin, pekerjaan dan tempat tinggal. Jenis penelitian ini adalah deskriptif retrospektif, peneliti menggunakan data sekunder yang berasal dari catatan rekam medik pasien skabies di SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Mandau Kabupaten Bengkalis periode Januari 2021 hingga Januari 2022 dan menggunakan teknik Purposive Sampling dalam pengambilan sampel. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa laki-laki lebih banyak menderita skabies sebanyak 318 pasien (50,88%) dari 625 pasien, pasien usia 6-11 tahun paling banyak menderita skabies yaitu sebanyak 148 pasien (23,68%), berdasarkan pekerjaan paling tinggi kejadiannya pada pelajar yaitu sebanyak 273 (43,68%) serta tempat tinggal yang paling banyak pasien tempati yakni rumah sebanyak 537 pasien(85,92%).

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

[1] S. Sungkar, Skabies, vol. 60, no. 2. 2016. doi: 10.1007/s00105-009-1708-2.
[2] K. Paramita and Sawitri, “Profil skabies pada anak,” J. Kesehat., vol. 27 No. 1, pp. 41–47, 2015, [Online]. Available: http://download.portalgaruda.org/article.php?article=423760&val=7405&title=Profile of Scabies in Children
[3] A. Wibianto and I. D. Santoso, “Prevalensi Penderita Skabies Di Puskesmas Ciwidey Jawa Barat Dalam Periode 5 Tahun ( 2015- 2020 ): Studi Retrospektif,” J. Implementa Husada, vol. 1, no. 3, pp. 281–290, 2020, [Online]. Available: http://jurnal.umsu.ac.id/index.php/JIH/article/view/5605
[4] World Health Organization, “Scabies,” Who, no. August, pp. 3–5, 2020, [Online]. Available: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/scabies
[5] R. Oktavia, A. Effendi, and E. Silvia, “Penelitian Retrospektif Pasien Skabies Berdasarkan Faktor Usia Dan Jenis Kelamin Di Poliklinik RS Pertamina Bintang Amin Periode 02 Januari 2016- 31 Desember 2018,” Arter. J. Ilmu Kesehat., vol. 2, no. 2, pp. 36–42, 2021, doi: 10.37148/arteri.v2i2.144.
[6] Z. Rasyid, N. Hasrianto, S. Syukaisih, and ..., “Faktor Determinan Kejadian Skabies Pada Masyarakat Di Kelurahan Tangkerang Timur Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru,” Collab. …, pp. 75–85, 2019, [Online]. Available: http://jurnal.univrab.ac.id/index.php/cmj/article/view/738%0Ahttp://jurnal.univrab.ac.id/index.php/cmj/article/download/738/513
[7] W. lndriatmi Menaldi, Sri Linuwih SW, Kusmarinah Bramono, ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN, 7th ed. jakarta: Badan Penerbit FKUI, 2019.
[8] S. A. Jaberhashemi, M. Khosravani, A. Rafatpanah, and S. M. M. Nodez, “The Characteristics of Scabies in Human Community in Bashagard District, Iran,” J. Entomol. Zool. Stud., vol. 6, no. 2, pp. 2859–2862, 2018.
[9] N. Edition, Fitzpatrick ’ s Dermatology Ninth Edition. 2016.
[10] B. Misganaw, S. G. Nigatu, G. N. Gebrie, and A. A. Kibret, “Prevalence and determinants of scabies among school-age children in Central Armachiho district, Northwest, Ethiopia,” PLoS One, vol. 17, no. 6 June, pp. 1–14, 2022, doi: 10.1371/journal.pone.0269918.
[11] R. Husna, T. Joko, and A. Selatan, “Faktor Risiko Yang Mempengaruhi Kejadian Skabies Di Indonesia : Literatur Review Factors Related To The Incidence Of Scabies In Indonesia : Literature Review Health penyakit yang berhubungan dengan air ( 2011 ) menyatakan bahwa terdapat,” J. Kesehat. Lingkung., vol. 11, no. 1, pp. 29–39, 2021, doi: 10.47718/jkl.v10i2.1169.
[12] J. S. Gabriel, Pieter L. Suling, and H. E. J. Pandaleke, “Profil skabies di poliklinik kulit dan kelamin RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Januari-Desember 2013,” J. e-Clinic, vol. 4, no. 2, 2016.
[13] P. M. D. Anggreni and I. G. A. A. E. Indira, “Korelasi Faktor Prediposisi Kejadian Skabies Pada Anak- Anak Di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali,” E-Jurnal Med., vol. 8, no. 6, pp. 4–11, 2019.
[14] R. K. Muat Muliana Bancin, Cut Ana Martafari, “Prevalensi Penderita Skabies di Poli Kulit dan Kelamin RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh Periode Tahun 2016-2018,” Kandidat J. Ris. dan Inov. Pendidik., vol. 2, no. 1, pp. 20–26, 2020, [Online]. Available: file:///C:/Users/HP/Downloads/625-1832-1-PB (1).pdf__
[15] Suparmi, “Faktro Resiko Kejadian Skabies di Wilayah Puskesmas Olak Kemang Kota Jambi,” J. Chem. Inf. Model., vol. 15, no. 9, pp. 1689–1699, 2015.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2023-01-31

Terbitan

Bagian

Articles