PERBEDAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA BALITA DENGAN DIARE DI DESA DAN DI KOTA

Penulis

  • Ratih Ayuningtiyas Universitas Abdurrab
  • Tika Yolanda Universitas Abdurrab

DOI:

https://doi.org/10.36341/cmj.v5i2.3255

Kata Kunci:

Balita, desa, diare, kota, PHBS

Abstrak

Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan perubahan konsistensi feses selain dari frekuensi buang air besar. Diare merupakan penyebab kematian balita nomor dua di dunia. Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang termasuk Indonesia. Berdasarkan data Kemenkes RI 2017, pada tahun 2016 Provinsi Riau menempati posisi ke-10 dari seluruh Provinsi di Indonesia dengan kasus diare sebesar 171.299. Salah satu usaha untuk mencegah dan menanggulangi diare dapat dilakukan dengan penyuluhan ke masyarakat untuk meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Menurut hasil Riskesdas 2013, terdapat perbedaan proporsi rumah tangga dengan PHBS baik di perkotaan dan pedesaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan PHBS pada balita dengan diare di desa dan di kota. Jenis penelitian yaitu penelitian observasional analitik, dengan rancangan penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara quota sampling dan diuji secara statistik menggunakan uji Mann Whitney. Dari hasil penelitian diperoleh p value 0,065 (p value > 0,05) yang menunjukkan bahwa tidak ada PHBS pada balita dengan diare di desa dan di kota tahun dan dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara perilaku hidup bersih dan sehat pada balita dengan diare di desa dan di kota.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

[1] Kementerian Kesehatan RI, Profil Data Kesehatan Indonesia 2009, Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2010.
[2] Z. A. Bhutta, J. K. Das, N. Walker, A. Rizvi, H. Campbell, I. Rudan, R. E. Black, "Interventions to address deaths from childhood pneumonia and diarrhoea equitably: What works and at what cost?," Lancet. vol. 381, no. 9875, pp. 1417–1429, Apr 2013.
[3] Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Profil Kesehatan Provinsi Riau 2015, Pekanbaru: Dinas Kesehatan Provinsi Riau, 2016.
[4] Kementerian Kesehatan RI, Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2016, Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2017.
[5] D. Maharani, M. A. Yusiana, "Personal Hygiene Ibu yang Kurang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita di Ruang Anak," Jurnal Stikes, vol.6, no. 1, pp 119-128, Juli 2013.
[6] A. Proverawati, E Rahmawati, PHBS Perilaku Hidup Bersih & Sehat. Yogyakarta: Nuha Cipta, 2012.
[7] Kementerian Kesehatan RI, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2013.
[8] W. I. Mubarak, N. Chayatin, B. A. Santoso, Ilmu Keperawatan Komunitas: Konsep dan Aplikasi Buku 2. Jakarta: Salemba Medika, 2009.
[9] S. Notoatmodjo, Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta, 2014.
[10] Savitri D. Faktor-faktor yang brhubungan dengan pemanfaatan pelayanan Puskesmas Sukamaju oleh peserta Jamkesmas di Kota Depok Provinsi Jawa Barat Tahun 2011. Tesis FKM UI. 2011
[11] T. Litman, "Evaluating Public Transportation Health Benefits," Victoria Transport Policy Institute 2015, Available: https://trid.trb.org/ view/925993
[12] Y. C. Eka, Kristiawati, P. Diyan, "Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kader KIA dalam eteksi dini perkembangan balita di posyandu wilayah kerja Puskesmas Babat Lamongan," Indonesian Journal of Community Health Nursing, vol. 2, no. 2, pp. 57–66, Feb 2014.
[13] E. Irawati, Wahyuni, "Gambaran karakteristik keluarga tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga di Desa Karangasem wilayah kerja Puskesmas Tanon II Sragen," Gaster, vol. 8, no. 2, pp. 741-749, Agust 2011.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2023-01-25

Terbitan

Bagian

Articles