INTERLEUKIN 18 (IL-18) URIN SEBAGAI DETEKSI DINI GANGGUAN GINJAL AKUT PADA PENDERITA SEPSIS

  • Faisal Faisal Universitas Abdurrab

Abstract

GgGA manifestasinya mulai dari yang ringan tanpa gejala hingga yang sangat berat dengan gagal organ multiple. Angka kematian akibat GgGA pasien di ICU 20-70%, dan diruangan biasa 25-80%. Sepsis dan syok sepsis merupakan faktor risiko penting terjadinya GgGA. Gangguan ginjal akut sampai saat ini didiagnosis dengan menggunakan nilai kreatinin serum. Padahal diagnosis GgGA dengan menggunakan nilai kreatinin sudah mengalami keterlambatan 48 jam, sedangkan injury sudah dapat dilihat setelah 6 jam dengan menggunakan biomarker. Interleukin 18 (IL-18) adalah sitokin proinlamasi yang terinduksi dalam tubulus proksimal ginjal setelah terjadinya GgGA. Penelitian ini adalah studi prospektif tehadap 50 orang penderita sepsis dengan kadar kreatinin serum < 1,5 mg/dl yang dirawat di bangsal ilmu penyakit dalam RSUP DR.M.Djamil Padang dengan cara konsekutif sampling. Hasil penelitian menunjukan IL-18 urin dapat digunakan untuk deteksi dini GgGA pada penderita sepsis.Biomarker IL-18 urin pada waktu 6 jam setelah sepsis untuk mendeteksi GgGA memiliki sensitivitas 77,78%, spesifitas 82,60%, Biomarker IL-18 urin pada waktu 48 setelah sepsis untuk mendeteksi GgGA memiliki sensitivitas 70,37 %, Spesifitas 69,56 %.

Published
2019-01-18
Section
Articles
PDF (Bahasa Indonesia)
Abstract views: 369
downloads: 481