Menemukan makna hidup dengan Forgiveness, Studi Pada Siswa Binaan Remaja Di Lembaga Pemasyarakatan Anak
(Submitted 15 November 2020) (Published 28 Februari 2021)
Abstract
Menjadi narapidana bukanlah sesuatu yang mudah di lingkungan masyarakat, khususnya usia remaja. Munculnya stereotype negatif dari masyarakat dapat mempengaruhi keadaan psikologis remaja ketika melanjutkan hidup setelah keluar dari penjara. Pemaafan yang ada pada diri dibutuhkan agar dapat mengatasi rasa bersalah akibat dari perbuatannya dimasa lalu. Kualitas kebermaknaan hidup yang dimiliki oleh narapidana remaja dapat menjadi motivasi untuk melanjutkan hidupnya di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara forgivenessdengan kebermaknaan hidup pada siswa binaan yang ada di LPKA Tk.II kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan skala meaning in Life queationnaire (20 aitem) dan skala Heartland Forgiveness Scale (HFS) (18 aitem) dengan metode pengumpulan data kuantitatif yang melibatkan seluruh siswa binaan sebanyak 70 orang remaja dengan rentang usia 13 – 18 Tahun yang ada di LPKA Tk.II kota Pekanbaru. Analisis data dari hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang cukup signifikan antara Forgiveness dengan tingkat kebermaknaan hidup remaja (r = 0.662, p = 0.000), yang artinya semakin baik pemaafan dalam diri siswa binaan maka semakin baik juga kebermaknaan hidupnya.
References
Adista, D. (2015). Dampak Penempatan Anak di Lembaga Pemasyarakatan Berkaitan dengan Tujuan Pembinaan dalam Sistem Pemasyarakatan (Studi di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Malang). Student Journal : Jurnal Hukum Universitas Brawijaya.
Afdal. (2010). Pelayanan konseling pada anak yang berhadapan dengan hukum. Seminar Nasional Psikologi Forensik, 24 November, 1–13.
Akhyar, Z., Matnuh, H., & Najibuddin, M. (2014). Persepsi masyarakat terhadap mantan narapidana di desa benua jingah kecamatan barabai kabupaten hulu sungai tengah. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 4, 545–557.
Al-jauziyah, I. Q. (2005). Zikir Cahaya Kehidupan. Gema Insani.
American Psychological Association. (2006). Forgiveness : A Sampling of Research Results. Office of International Affairs.
Arista, D. (2017). Kebermaknaan hidup dan religiusitas pada mantan narapidana kasus pembunuhan (di kabupaten Paser). Psikoborneo, 5(3), 366–377. http://ejournal.psikologi.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2017/11/JURNAL DWI ARISTA (11-27-17-03-00-11).pdf
Astuti, W., & Marettih, A. K. E. (2018). Apakah Pemaafan Berkorelasi Dengan Psychological Well-Being Pada Remaja yang Tinggal Di Panti Asuhan? Jurnal Ilmu Perilaku, 2(1). https://doi.org/10.25077/jip.2.1.41-53.2018
Azani, A. (2012). Gambaran Psychological Well-Being Mantan Narapidana. EMPATHY Jurnal Fakultas Psikologi, Vol 1 No 2 Desember 2012. http://journal.uad.ac.id/index.php/EMPATHY/article/view/1409
Bastaman, H. D. (Hanna D. . (2007). Logoterapi : psikologi untuk menemukan makna hidup dan meraih hidup bermakna / H.D. Bastaman. Raja Grafindo Persada.
Brassai, L., Piko, B. F., & Steger, M. F. (2011). Meaning in Life: Is It a Protective Factor for Adolescents’ Psychological Health? International Journal of Behavioral Medicine, 18(1). https://doi.org/10.1007/s12529-010-9089-6
Damayanti, R. (2012). Gambaran Forgiveness Pada Remaja Yang Tinggal Di Panti Asuhan. Jurnal NOETIC Psychology, 2(2), 108–125.
Datu, J. A. D. (2014). Forgiveness, Gratitude and Subjective Well-Being Among Filipino Adolescents. International Journal for the Advancement of Counselling, 36(3), 262–273. https://doi.org/10.1007/s10447-013-9205-9
Dewi, P. S., & Utami, M. S. (2015). Subjective Well‐Being Anak Dari Orang Tua Yang Bercerai. Jurnal Psikologi, 35(2), 194 – 212–212. https://doi.org/10.22146/jpsi.7952
Evans, C., Ehlers, A., Mezey, G., & Clark, D. M. (2007). Intrusive memories and ruminations related to violent crime among young offenders: phenomenological characteristics. Journal of Traumatic Stress, 20(2), 183–196. https://doi.org/10.1002/jts.20204
Feldman, P. J., & Steptoe, A. (2003). Psychosocial and socioeconomic factors associated with glycated hemoglobin in nondiabetic middle-aged men and women. Health Psychology, 22(4), 398–405. https://doi.org/10.1037/0278-6133.22.4.398
Ferawati, & Rahmandani, A. (2020). Hubungan Antara Pemaafan Diri Dengan Regulasi Emosi Pada Anak Didik Lembaga Pembinaan Khusus Anak (Lpka) Kelas I Kutoarjo Dan Kelas Ii Yogyakarta. Jurnal Empati, 8(3), 82–88.
Fristian, W., Darvina S, V. S., & Sulismadi, S. (2020). Upaya Penyesuaian Diri Mantan Narapidana Dalam Menanggapi Stigma Negatif Di Kecamatan Klakah, Lumajang. ADLIYA: Jurnal Hukum Dan Kemanusiaan, 14(1), 101–120. https://doi.org/10.15575/adliya.v14i1.8205
Glaz, S. (2019). The Relationship of Forgiveness and Values with Meaning in Life of Polish Students. Journal of Religion and Health, 58(5), 1886–1907. https://doi.org/10.1007/s10943-019-00860-4
Haybron, D. (2008). Philosophy and the science of subjective well-being. In In M. Eid & R. J. Larsen (Ed.), The science of subjective well-being (pp. 17–43). Guilford Press.
Lepistö, S., Joronen, K., Åstedt-Kurki, P., Luukkaala, T., & Paavilainen, E. (2012). Subjective Well-Being in Finnish Adolescents Experiencing Family Violence. Journal of Family Nursing, 18(2), 200–233. https://doi.org/10.1177/1074840711435171
Lubis, S. M., & Maslihah, S. (2012). Analisis Sumber-Sumber Kebermaknaan Hidup Narapidana Yang Menjalani Hukuman Seumur Hidup. Jurnal Psikologi Undip, 11(1), 12. https://doi.org/10.14710/jpu.11.1.12
McCullough, M. E. (2000). Forgiveness as Human Strength: Theory, Measurement, and Links to Well-Being. Journal of Social and Clinical Psychology, 19(1). https://doi.org/10.1521/jscp.2000.19.1.43
Nashori, F. (2011). Meningkatkan Kualitas Hidup dengan Pemaafan. Unisia, 33(75), 214–226. https://doi.org/10.20885/unisia.vol33.iss75.art1
Peterson, J. (2015). Examining the Relationship between Forgiveness and Subjective Well-Being as Moderated by Implicit Religiousness and Spirituality. https://digitalcommons.spu.edu/cpy_etd/3
Rahmania, F. A., Hizbullah, K., Anisa, S. N., & Wahyuningsih, H. (2021). The Effects of Forgiveness and Self- Acceptance on the Meaning of Life in Early Adult Individuals with Divorced Parents : Pengaruh Pemaafan dan Penerimaan Diri terhadap Makna Hidup pada Individu Dewasa Awal yang Memiliki Orang Tua Bercerai. Proceding of Inter-Islamic University Conference on Psychology Articles, 1(1), 1–8.
Rey, L., & Extremera, N. (2014). Positive psychological characteristics and interpersonal forgiveness: Identifying the unique contribution of emotional intelligence abilities, Big Five traits, gratitude and optimism. Personality and Individual Differences, 68, 199–204. https://doi.org/10.1016/j.paid.2014.04.030
Santrock, J. (2019). Adolescence (seventeent). McGraw-Hill.
Santrock, J. . (2011). Child Development (Perkembangan anak Penerjemah : Rahmawati dan Kuswanti) (Edisi 11 J). Erlangga.
Saputri, S. A., Hardjono, & Karyanta, N. A. (2013). Hubungan antara religiusitas dan dukungan sosial dengan psychological well-being pada santri kelas viii pondok pesantren tahfidzul quran ibnu’abbas klaten.
Soleh, M. (2001). Kebermaknaan Hidup Mahasiswa Reguler Dan Mahasiswa Unggulan Universitas Islam Indonesia. Psikologika: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi, 6(11). https://doi.org/10.20885/psikologika.vol6.iss11.art6
Steger, M. F. (2010). The Meaning In Life Questionnaire (Mlq). Www.Michaelfsteger.Com. http://www.michaelfsteger.com/wp-content/uploads/2013/12/MLQ-description-scoring-and-feedback-packet.pdf
Thompson, L. Y., Snyder, C. R., Hoffman, L., Michael, S. T., Rasmussen, H. N., Billings, L. S., Heinze, L., Neufeld, J. E., Shorey, H. S., Roberts, J. C., & Roberts, D. E. (2005). Dispositional Forgiveness of Self, Others, and Situations. Journal of Personality, 73(2), 313–360. https://doi.org/10.1111/j.1467-6494.2005.00311.x
Toussaint, L., & Webb, J. R. (2005). Theoretical and Empirical Connections Between Forgiveness, Mental Health, and Well-Being. In Handbook of Forgiveness. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203955673.ch21
UYSAL, R., SATICI, S. A., SATICI, B., & AKIN, A. (2014). Subjective Vitality as Mediator and Moderator of the Relationship between Life Satisfaction and Subjective Happiness. Educational Sciences: Theory & Practice. https://doi.org/10.12738/estp.2014.2.1828
Yalçın, İ., & Malkoç, A. (2015). The Relationship Between Meaning in Life and Subjective Well-Being: Forgiveness and Hope as Mediators. Journal of Happiness Studies, 16(4). https://doi.org/10.1007/s10902-014-9540-5
Zuanny, I. P., & Subandhi, S.-. (2017). Forgiveness therapy to increase the meaning of life among inmates in. Psikoislamedia : Jurnal Psikologi, 1(1). https://doi.org/10.22373/psikoislamedia.v1i1.1252
Copyright (c) 2021 Psychopolytan : Jurnal Psikologi
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
1. Copyright of all journal manuscripts is held by the Psychopolytan : Jurnal Psikologi
2. Formal legal provisions to access digital articles of electronic journal are subject to the provision of the Creative Commons Attribution-ShareAlike license (CC BY-NC-SA), which means that Psychopolytan : Jurnal Psikologi is rightful to keep, transfer media/format, manage in the form of databases, maintain, and publish articles.
3. Published manuscripts both printed and electronic are open access for educational, research, and library purposes. Additionally, the editorial board is not responsible for any violations of copyright law.
licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.