Faktor Risiko Kejadian Nyeri Punggung Bawah Akibat Pekerjaan Pada Fisioterapis Kota Pekanbaru Tahun 2017

Penulis

  • Yose Rizal Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, STIKes Hang Tuah Pekanbaru
  • Dedi Afandi
  • Endang Purnawati Rahayu

DOI:

https://doi.org/10.36341/jif.v5i01.2361

Kata Kunci:

Faktor Risiko, Punggung Bawah Akibat Pekerjaan, Fisioterapis

Abstrak

Nyeri Punggung Bawah merupakan masalah kesehatan yang besar dalam populasi pekerja. Fisioterapis merupakan salah satu profesi yang memiliki risiko tinggi mengalami nyeri punggung bawah akibat pekerjaan karena pekerjaan mereka menuntut usaha keras dari sistem muskuloskeletal, gerakan berulang dari Upper Limbs, tubuh dalam posisi statis dan dinamis untuk jangka waktu yang lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko apa saja yang menjadi penyebab nyeri punggung bawah akibat pekerjaan yang dialami oleh fisioterapis di kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Analisis data yang dilakukan adalah analisa tingkat nyeri punggung, analisa foto kerja, penilaian Rappid Upper Limb Assement (RULA), analisis univariat, analisis bivariate dan analisis multivariate. Sampel penelitian ini berjumlah 42 orang anggota ikatan fisioterapi kota Pekanbaru. Hasil analisis diperoleh variabel interaksi (p < 0,05) yaitu Rutinitas Olahraga sehingga dapat diambil kesimpulan variabel yang berhubungan dengan kejadian nyeri punggung bawah adalah Rutinitas Olahraga. Fisioterapis yang tidak rutin berolahraga berisiko mengalami nyeri punggung 16 kali dibandingkan dengan fisioterapis yang rutin berolahraga Hasil Multivariat R square = 0,389 artinya variabel postur janggal, masa kerja dan jenis kelamin dapat menjelaskan variabel nyeri punggung bawah sebesar 38,9%. Dari hasil penelitian ini maka diperlukan adanya edukasi dan perubahan teknik bekerja pada fisioterapis di kota pekanbaru.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-02-21

Terbitan

Bagian

Articles