Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Kulit Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Dengan Metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrail)

Penulis

  • Alfin Surya universitas abdurrab
  • Dinni Febrianti universitas abdurrab

Kata Kunci:

Kata Kunci : Antioksidan, IC50, DPPH, kulit jeruk nipis

Abstrak

Perkembangan zaman saat ini banyak mempengaruhi pola hidup yang tidak sehat, seperti merokok, kurang tidur, kurang olahraga, polusi lingkungan, radiasi, dll. Dimana apabila dibiarkan akan menyebabkan beberapa penyakit salah satunya kanker dan jantung koroner. Antioksidan terbagi menjadi dua bagian antioksidan alami dan antioksidan sintetis. Antioksidan sintetis berupa BHA, BHT, PG apabila dikonsumsi secara terus menerus akan menimbulkan efek samping bagi tubuh, sehingga dibutuhkanlah antioksidan alami yang mudah didapat dan relatif murah. Kulit buah jeruk nipis banyak kita jumpai di indonesia namun pengolahannya belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah pada kulit buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terdapat antioksidan. Penentuan kadar antioksidan pada penelitian ini menggunakan metode spektrofotometri. Penelitian ini menggunakan metode analisa deskriptif kuantitatif yaitu untuk menghitung kadar antioksidan pada kulit buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Dilakukan proses maserasi selama tiga kali 24 jam Setelah itu, saring cairan untuk mendapatkan ekstrak metanol dengan cara memisahkan ekstrak kentalnya menggunakan kertas saring. Kemudian, setelah dilakukan pemeriksaan menggunakan Microplate reader LB-941 didapatkan konsentrasi zat antioksidan yang diperlukan untuk menghambat radikal bebas sebesar 50% dikenal dengan nilai IC50. Kulit jeruk nipis memiliki nilai IC50 sebesar 88,2346 ppm. Jika nilai IC50 kurang dari 50 ppm, suatu zat menunjukkan  antioksidan yang sangat kuat. Jika nilai IC50 antara 50 dan 100 ppm, akan terjadi aktivitas antioksidan yang kuat; jika antara 100 dan 150 ppm, akan ada aktivitas antioksidan sedang; dan jika lebih dari 150 ppm, aktivitas antioksidannya lemah. Hal ini semakin menunjukkan kuatnya aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol kulit jeruk nipis yang memiliki nilai IC50 88,2346 ppm.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Alfaridz, F. dan Amalia, R. (2018) “Klasifikasi dan Aktivitas Farmakologi dari Senyawa Aktif Flavonoid,” Farmaka, 16(3), hal. 1–9.
Andarina, R. dan Djauhari, T. (2017) “Antioksidan Dalam Dermatologi,” Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 4(1), hal. 39–48.
Arnanda, Q. P. et al. (2019) “Farmaka Farmaka,” 17, hal. 236–243.
Diniyah, N. dan Lee, S.-H. (2020) “Komposisi Senyawa Fenol Dan Potensi Antioksidan Dari Kacang-Kacangan: Review,” Jurnal Agroteknologi, 14(01), hal. 91. doi: 10.19184/j-agt.v14i01.17965.
Erika Fauziah Prabawati, H. B. H. F. S. R. (2021) “UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BIJI EDAMAME (Glycin max (L) Merril) DENGAN METODE DPPH,” Jurnal Ilmiah Farmasi Akademi Farmasi Jember, 1(1), hal. 27–32. doi: 10.53864/jifakfar.v1i1.8.
Ery Al Ridho, Rafika Sari, S. W. (2013) “Aktivitas Antioksidan Ekstrak Rumput Laut Caulerpa serrulata Dengan Metode DPPH (1,1 difenil 2 pikrilhidrazil),” Universitas Tanjungpura, 2(2), hal. 7–15.
Fathurrahman, N. R. dan Musfiroh, I. (2018) “Artikel Tinjauan: Teknik Analisis Instrumentasi Senyawa Tanin,” Farmaka, 4(2), hal. 449–456.
Gunawan, H. D. (2018) “Decreasing Saponin Compounds on Aloe Vera Gelwith Boiling and Steaming,” Jurnal Teknologi Pangan, 9(1), hal. 411–436.
Indah dan Jubaidah (2022) “Karakterisasi Morfologi Jenis Tanaman Buah Jeruk (Citrus sp) di Perkarangan Desa Lae Langge, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh,” Pros. SemNas. Peningkatan Mutu Pendidikan, 3(1), hal. 23–28.
Indra, I., Nurmalasari, N. dan Kusmiati, M. (2019) “Fenolik Total, Kandungan Flavonoid, dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Mareme (Glochidion arborescense Blume.),” Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 6(3), hal. 206. doi: 10.25077/jsfk.6.3.206-212.2019.
Khaira Kuntum. (2010) “Meangkal Radikal Bebas dengan Antioksidan,” Jurnal Sainstek, hal. 183–187.
Khasanah, I., Ulfah, M. dan Sumantri, S. (2014) “Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanolik Kulit Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dengan Metode DPPH (1,1-difenil-2- pikrilhidrazil),” e-Publikasi Fakultas Farmasi, 11(2), hal. 9–17.
Lung, J. K. S. dan Destiani, D. P. (2018) “Uji Aktivitas Antioksidan Vitamin A, C, E dengan Metode DPPH,” Farmaka, 15(1), hal. 53–62.
Mukhtarini (2014) “Mukhtarini, ‘Ekstraksi, Pemisahan Senyawa, dan Identifikasi Senyawa Aktif,’ J. Kesehat., vol. VII, no. 2, p. 361, 2014.,” J. Kesehat., VII(2), hal. 361. Tersedia pada: https://doi.org/10.1007/s11293-018-9601-y.
Nanda Pratama, A. dan Busman, H. (2020) “Potensi Antioksidan Kedelai Terhadap Penangkapan Radikal BebasPotential of Soybean Antioxidant (Glycine Max L) on Capturing Free Radicals,” Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), hal. 497–504. doi: 10.35816/jiskh.v10i2.333.
Nisa, Izza Khilyatun., Amananti, Wilda, S.Pd., M.Si.,apt. Febriyanti, Rizki, M. F. (2021) “Skrining Fitokimia Pada Kulit Jeruk Nipis Di Wilayah Tegal Dan Pemalang,” Parapemikir :JurnalIlmiahFarmasi Vol x No.xTahun x SKRINING, x, hal. 1–10.
Paramita, C. et al. (2019) “Klasifikasi Jeruk Nipis Terhadap Tingkat Kematangan Buah Berdasarkan Fitur Warna Menggunakan K-Nearest Neighbor,” Jurnal Informatika: Jurnal Pengembangan IT, 4(1), hal. 1–6. doi: 10.30591/jpit.v4i1.1267.
Redha, A. (2010) “Flavonoid: Struktur, Sifat Antioksidatif dan Peranannya Dalam Sistem Biologis,” Jurnal Berlin, 9(2), hal. 196–202. doi: 10.1186/2110-5820-1-7.
Salim, R. (2018) “Uji Aktivitas Antioksidan Infusa Daun Ungu Dengan Metoda DPPH (1,1- diphenil- 2-picrylhidrazil),” Jurnal Katalisator, 3(2), hal. 153. doi: 10.22216/jk.v3i2.3372.
Sari, A. N. (2016) “Berbagai Tanaman Rempah Sebagai Sumber Antioksidan Alami,” Elkawnie, 2(2), hal. 203. doi: 10.22373/ekw.v2i2.2695.
Sastrawan, I. N., Sangi, M. dan Kamu, V. (2013) “SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BIJI ADAS (Foeniculum vulgare) MENGGUNAKAN METODE DPPH,” Jurnal Ilmiah Sains, 13(2), hal. 110. doi: 10.35799/jis.13.2.2013.3054.
Surya, A. (2017) “Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Jengkol ( Pithecellobium jiringa ) Dengan Tiga Pelarut Pendahuluan Kulit Jengkol ( Pithecellobium jiringa ) selama ini tergolong limbah organik yang berserakan di pasar tradisional dan tidak memberikan nilai ekonomis (,” Jurnal Rekayasa Sistem Industri, 3(1), hal. 88–96.
U, Z. A., Purwanti, N. dan Wahyudi, I. A. (2013) “Pengaruh Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia Swingle) Konsentrasi 10% Terhadap Aktivitas Enzim Glukosiltransferase Streptococcus mutans,” Majalah Kedokteran Gigi Indonesia, 20(2), hal. 126. doi: 10.22146/majkedgiind.6803.
Ulya, M., Orienty, F. N. dan Hayati, M. (2019) “Efek Uji Daya Bunuh Ekstrak Kulit Buah Jeruk Nipis (Citrus Auranti Folia) Terhadap Bakteri Streptococcus Mutans,” B-Dent, Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah, 5(1), hal. 30–37. doi: 10.33854/jbdjbd.135.
Wahyuni, N., H. Silalahi, I. dan Angelina, D. (2019) “Isoterm Adsorpsi Fenol Oleh Lempung Alam,” Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, 7(1), hal. 029. doi: 10.26418/jtllb.v7i1.34363.
Wardani, R., Jekti, D. S. D. dan Sedijani, P. (2018) “UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia Swingle) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ISOLAT KLINIS,” Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 5(1). doi: 10.29303/jppipa.v5i1.101.
Werdhasari, A. (2014) “Peran Antioksidan Bagi Kesehatan,” Jurnal Biomedik Medisiana Indonesia, 3(2), hal. 59–68.
Wullur, A., Schaduw, J. dan Wardhani, A. (2012) “IDENTIFIKASI ALKALOID PADA DAUN SIRSAK (Annona muricata L.),” Jurnal Ilmiah Farmasi Poltekkes Manado, 3(2), hal. 96483.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2023-06-12

Cara Mengutip

Surya, A., & Febrianti, D. (2023). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Kulit Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Dengan Metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrail). Jurnal Ilmu Kesehatan Abdurrab, 1(1), 16–22. Diambil dari https://jurnal.univrab.ac.id/index.php/jika/article/view/3551

Terbitan

Bagian

Articles