Kue Bangkit Khas Melayu Riau Dari Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L) Sebagai Makanan Fungsional Balita Gizi Kurang

Penulis

  • selvi sonia universitas abdurrab
  • Imelda Fitri
  • Sara Herlina

Kata Kunci:

Gizi kurang,berat badan, status gizi, kue bangkit ubi jalar ungu

Abstrak

ABSTRAK

 

Latar belakang : Masalah gizi pada balita dapat menimbulkan beberapa efek yang serius. Akibat masalah gizi tersebut, seperti gagal tumbuh kembang fisik, kurang optimalnya pertumbuhan dan kecerdasan, bahkan dapat menyebabkan kematian pada balita.

Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian kue bangkit dari tepung ubi jalar ungu sebagai alternatif makanan fungsional pada balita gizi kurang di wilayah kerja

kerja Puskesmas Garuda, Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru, Riau.

Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2022-Juli 2023 di wilayah kerja Puskesmas Garuda Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 18 orang balita gizi kurang.

Hasil : Hasil dari penelitian ini terdapat rata-rata berat badan sebelum intervensi adalah 10.05 kg dan berat badan setelah intervensi adalah 10.93 kg perbedaan antara kenaikan berat badan sebelum dan sesudah dan terdapat perbedaan berat badan setelah intervensi adalah 0.878 kg dengan nilai p value=0,005 dan rata-rata status gizi status gizi balita setelah pemberian kue bangkit ubi jalar ungu sebesar -1,67 dengan nilai p value sebesar 0,020 dimana p < 0.05.

Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini terdapate pengaruh pemberian kue bangkit ubi jalar ungu terdapa berat badan dan status gizi balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Garuda Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2023-09-26

Cara Mengutip

sonia, selvi, Fitri, I., & Herlina, S. (2023). Kue Bangkit Khas Melayu Riau Dari Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L) Sebagai Makanan Fungsional Balita Gizi Kurang. Jurnal Ilmu Kesehatan Abdurrab, 1(3), 8–15. Diambil dari https://jurnal.univrab.ac.id/index.php/jika/article/view/3718