PERBANDINGAN KADAR D-DIMER PADA PASIEN CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) KOMORBID DAN NON KOMORBID DI RUMAH SAKIT RUJUKAN KHUSUS COVID-19 PEKANBARU

Penulis

  • Panji Agung Prodi Profesi Dokter FK Universitas Abdurrab
  • Octariany Octariany RS Syafira

Kata Kunci:

Corona Virus Disease 2019, D Dimer, komorbid.

Abstrak

latar belakang: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit yang disebabkan oleh betacoronavirus, sebuah genom virus RNA, yang dikenal dengan Severe acute respiratory syndrom coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Diperlukan beberapa penanda spesifik (marker) dalam menilai derajat keparahan COVID-19, diantaranya D-Dimer. D-Dimer adalah produk sampingan dari proses pembekuan dan pemecahan darah yang dapat diukur melalui analisis sampel darah. D-Dimer dilepaskan ketika gumpalan darah mulai rusak. D-Dimer banyak dipergunakan sebagai indikator inflamasi. Pada infeksi karena virus termasuk COVID-19, kadar D- Dimer akan cepat meningkat. Peningkatan D-Dimer pada pasien yang terkena COVID-19 diperparah oleh adanya komorbid. Komorbiditas merupakan terjadinya beberapa penyakit atau kondisi medis kronis atau akut dalam satu individu. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad yang merupakan Rumah Sakit rujukan yang menangani kasus COVID-19 dan mempunyai bed perawatan untuk kasus COVID-19 yang memiliki ruangan isolasi untuk penderita COVID-19. Tujuan : Menganalisis perbandingan kadar D-Dimer pasien COVID-19 dengan dan tanpa komorbid.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif komparatif dengan pendekatan Cross-sectional yang dilakukan untuk melihat perbandingan kadar D-Dimer dengan pasien COVID-19 dengan dan tanpa komorbid, sampel yang digunakan adalah 60 data rekam medis pasien yang terkonfirmasi COVID-19 yang dibagi menjadi 2 kelompok terdiri dari pasien COVID-19 dengan komorbid dan tanpa komorbid, selanjutnya dilakukan analisis bivariat uji Mann whitney. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis komorbid yang yang paling banyak pada pasien COVID-19 adalah komorbid diabetes melitus dan hipertensi. Pada pasien COVID-19 dengan komorbid, kadar D-Dimer rendah sebanyak (57,7%) dan tinggi sebanyak (43,3%). Pada pasien COVID-19 non komorbid, kadar D-Dimer rendah sebanyak (76,7%) dan tinggi sebanyak (23,3%). Uji Mann whitney didapatkan hasil 0,007 yang mana berarti terdapat perbedaan yang signifikan.Kesimpulan : Pada uji Mann Whitney didapatkan hasil dengan kesimpulan yaitu tidak terdapat perbedaan signifikan antara kadar D-Dimer pada pasien COVID-19 komorbid dan non komorbid dengan nilai P value 0,007.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2023-09-30

Cara Mengutip

Agung, P., & Octariany, O. (2023). PERBANDINGAN KADAR D-DIMER PADA PASIEN CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) KOMORBID DAN NON KOMORBID DI RUMAH SAKIT RUJUKAN KHUSUS COVID-19 PEKANBARU. Jurnal Ilmu Kesehatan Abdurrab, 1(3), 62–68. Diambil dari https://jurnal.univrab.ac.id/index.php/jika/article/view/4431