Afasia Broca Pada Trombosis Serebri

Penulis

  • Elvina Zuhir RSUD Bangkinang

Kata Kunci:

Afasia broca, Trombosis serebri, Manifestasi klinis

Abstrak

Afasia Broca merupakan gangguan komunikasi yang sering terjadi setelah terjadinya kerusakan pada area Broca di otak. Salah satu kondisi yang dapat menyebabkan kerusakan tersebut adalah trombosis serebri, yaitu penyumbatan pembuluh darah di otak oleh bekuan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara trombosis serebri dan manifestasi afasia Broca. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis retrospektif terhadap data medis pasien-pasien yang telah didiagnosis menderita trombosis serebri dan mengalami gejala afasia Broca. Data yang dianalisis meliputi riwayat medis, hasil pemeriksaan neurologis, hasil pencitraan otak, dan perkembangan gejala afasia pada pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa afasia Broca merupakan salah satu manifestasi klinis yang sering terjadi pada pasien dengan trombosis serebri. Gejala afasia Broca dapat bervariasi tergantung pada lokasi dan luasnya area yang terkena trombosis. Meskipun demikian, pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan ini dapat memberikan wawasan baru dalam manajemen dan perawatan pasien dengan trombosis serebri yang mengalami gangguan komunikasi. Studi ini menyoroti pentingnya penanganan komprehensif terhadap pasien dengan trombosis serebri, termasuk evaluasi neurologis yang cermat untuk mendeteksi gejala afasia dan memberikan intervensi yang tepat waktu.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Kirshner HS. Aphasia.http://emedicine.medscape.com/article/1135944-overview.Accessed 20 Januari 2009

NN. http://www.patient.co.uk/showdoc/40000746/. Accessed 20 Januari 2009

Cummings JL, Mega MS. Neuropsychiatry and Behavioral Neuroscince: Neuropsychiatric Assessment. Los Angeles, 1990: 73-6

Kusumoputro S. Afasia: Sindrom Afasia Broca. FK UI, 1992: 39-42

Ropper AH, Brown RH. Adams and Victor’s Principlesof Neurology: Disorders of Speech and Language. 8th ed. New York: McGraw-Hill, 2005: 414-7

Mardjono M, Sidharta P. Neurologi Klinis Dasar: Kesadaran dan Fungsi Luhur. Jakarta: Dian Rakyat, 2003: 203-5

Kolb B, Wishaw IQ. Fundamental of Human Neuropsychology:Language. 4thed. New
York: W. H. Freeman and Company, 1996: 405-7

Dharmaperwira R, Prins. Tes Afasia untuk Diagnosis Informasi Rahabilitasi (TADIR): Interpretasi Skor dan Laporan Pemeriksaan. Jakarta: Balai Penerbit FK UI, 2000: 27-33

Ramli Y. Full Day Workshop: Neurobehavior Examination for Neurologist. Jakarta, Sahis Jaya Hotel, 2008

Godefroy, Dubois C, Debachy B, Leclerc M, Kreisler A. Vascular Aphasias. Stroke, 2002; 33: 702-5

Campbell WW. DeJong’s The Neurologic Examination: Disorders of Speech and Language. 16th. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins, 2005: 71-84

Dharmaperwira R, Prins, Maas W. Afasia: deskripsi, pemeriksaan dan penanganan.2nd
edition. Balai Penerbit FKUI. Jakarta, 2002

Yuliarni S, Lumempouw SF. Terapi Kognitif. Neurona, Vol 22, No 1, Oktober 2004

##submission.downloads##

Diterbitkan

2023-09-30

Cara Mengutip

Zuhir, E. (2023). Afasia Broca Pada Trombosis Serebri. Jurnal Ilmu Kesehatan Abdurrab, 1(3), 82–88. Diambil dari https://jurnal.univrab.ac.id/index.php/jika/article/view/4434