ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL KULIT PETAI (Parkia speciosa Hassk) DENGAN METODE 2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl

  • Alfin Surya Prodi D III Analis Kesehatan, FKIK, Universitas Abdurrab
  • Dwi Putri Rahayu Prodi D III Analis Kesehatan, FKIK, Universitas Abdurrab

Abstract

 Indonesia merupakan negara dengan produksi petai terbanyak di kawasan Asia Tenggara. Pada umumnya, masyarakat mengonsumsi petai hanya bagian bijinya saja, sedangkan bagian kulitnya tidak dimanfaatkan dan dibuang begitu saja sehingga menjadi limbah. Limbah ini menyebabkan pencemaran lingkungan dan turut memberi kontribusi pada banjir. Kulit petai (Parkia speciosa Hassk.) diduga memiliki kandungan senyawa alkaloid, saponin dan flavonoid yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan dalam menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan pada ekstrak metanol kulit petai (Parkia speciosa Hassk.) dengan waktu maserasi selama 72 jam. Penelitian ini menggunakan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl (DPPH) dan asam askorbat yang sudah diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang kuat sebagai kontrol positif. Dari penelitian tersebut didapatkan nilai IC50 pada kulit petai sebesar 13,4 µg/mL dan 6,9504 µg/mL µg/mL pada asam askorbat sebagai kontrol positif. Dari nilai IC50 yang didapat diketahui bahwa ekstrak metanol kulit petai memiliki aktivitas antioksidan yang kuat untuk melawan radikal bebas.

Keywords: Antioksidan, Radikal bebas, DPPH.
Published
2020-06-17
PDF
Abstract views: 472
downloads: 1366