PENGARUH PEMAKAIAN BENGKUNG TERHADAP INVOLUSI UTERUS PADA IBU NIFAS DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS SIAK HULU II

Penulis

  • Siti Qomariah Universitas Abdurrab
  • Sara Herlina Universitas Abdurrab
  • Wiwi Sartika Universitas Abdurrab

DOI:

https://doi.org/10.36341/jomis.v8i1.4060

Kata Kunci:

Pemakaian, Bengkung, Involusi Uteri

Abstrak

ABSTRAK

Dalam masa nifas terjadi perubahan pada organ- organ reproduksi, diantaranya uterus, servik uteri, vagina, perineum, dan otot organ panggul. Pada uterus terjadi beberapa perubahan dimulai dari involusi uterus, kontraksi, afterpains, regenerasi tempat plasenta dan keluarnya lochea dari jalan lahir. Pada masa nifas proses involusi uterus akan berlangsung proses penyusutan uterus hingga kembali keukuran semula atau sebelum hamil. Normalnya setelah hari kesepuluh uterus tidak lagi teraba, namun bila sampai 2 minggu pasca persalinan uterus belum juga masuk panggul perlu dicurigai adanya subinvolusi. Penggunaan bengkung ini dianggap memberikan banyak manfaat bagi proses pemulihan ibu nifas oleh masyarakat. Secara tradisional penggunaan bengkung (stagen) bisa melangsingkan kembali perut yang melar terutama bagi wanita sehabis melahirkan. Hal ini disebabkan adanya tekanan ke dalam rongga perut sehingga dapat membantu kontraksi rahim ke bentuk semula. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penagruh pemakaian bengkung teradap involusi uteri pada ibu nifas.  Penelitian ini menggunakan desain penelitian preeksperimental dengan pendekatan penelitian one group pretest and postteest. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 15 ibu nifas. Analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon pretest- posttest. Hasil analisa data di peroleh nilai p-value sebesar 0,001 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemakaian bengkung terhadap involusi uteri di wilayah kerja Puskesmas Siak Hulu II Kampar. Di rekomendasikan kepada ibu-ibu agar bisa menggunakan bengkung sebagai proses mengencangkan otot perut dan membantu mempercepat pemulihan rahim ke bentuk semula.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

[1] Ramadhan, “Profil Pasien Hemorrhagic Postpartum di RSUP Dr. M. Djamil Padang.,” Artik. Penelitian. J. Kesehat. Andalas., vol. 8, no. 2, 2019.
[2] K. RI, “Profil Indonesia Tahun 2018,” Jakarta Katalog Dalam Terbit., 2019.
[3] D. T. Rahayu, “Efektivitas Bengkung dan Gurita Terhadap Involusi Uterus dan Pengeluaran Lochea di Puskesmas Kediri,” J. Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, III, vol. 4, pp. 197–254, 2018.
[4] T. R. Dewi, “efektivitas bengkung dan gurita terhadap involusi uterus dan pengeluaran lochea di puskesmas keling kabupaten Kediri,” Posiding senmas, no. 214, 2018.
[5] I. Sukarni, Kehamilan, persalinan, nifas dan neonatus resiko tinggi. Nurhamedika, 2014.
[6] S. Saleha, Asuhan Kebidanan pada Masa Nifas .Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. KH Ahmad Dahlan Cirendeu Ciputat 15419. 2017.
[7] A. Hartono, “Terapi Gizi dan Diet,” 2018.
[8] R. Rahmilasari, G., Tresnaasih, A., “Keluarga dan Nilai Budaya Masyarakat Sunda pada Perawatan Ibu Nifas dan Bayi Baru Lahir,” J. Keperawatan Muhammadiyah, vol. 5, no. 1, pp. 77–84, 2020.
[9] D. MARITALIA, “ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN MENYUSUI,” 2014.
[10] R. Situngkir, “Pengaruh Senam Nifas Terhadap Involusi uteri pada Ibu Nifas di Rumah Sakit Khusus Daerah Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar,” J. Keperawatan Stella Maris Makassar, vol. 2, no. 2, pp. 15–24, 2017.
[11] and S. S. H. I. Supriyanti, M. Ani, “Pengaruh Senam Nifas Terhadap Tinggi Fundus Uteri dan Jenis Lochea pada Primipara,” J. Ilm. Bidan. Rumah Sakit. Buku Kedokt. EGC, Jakarta, vol. 1, no. 3, pp. 44–54, 2016.
[12] A. B. Saifuddin, Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan. 2014.
[13] H. Widaryanti, R. and Riska, Terapi Komplementer Pelayanan Kebidanan Berdasarkan Bukti Scientif. 2019.
[14] S. Siyoto, “Analysis of Uterus Involution, Lochea Expenditures and Back Pains on the Post Partum Mother Using Bengkung and Gurita,” Indian J. Public Heal. Res. Dev., vol. 10, no. 4, p. 313, 2019.
[15] S. Prawiroharjo, ILMU KEBIDANAN (kelima). 2016.
[16] M. Wallis, “How Belly Binding Can Help With Recovery After Delivery,” Artic. https//www.healthline.com/health/postpa rtum-belly-binding, diakses tanggal 17 Juli 2021, 2020.
[17] D. Putriandini, “Pengaruh Penggunaan Bengkung pada Penurunan Fundus Uteri pada Ibu Post Partum Multipara di Ruang Bougenville RSUD Tugurejo,” Skripsi, Poltekkes Kemenkes Semarang, 2019.
[18] D. Nurhayati, Widowati, R., Kurniati, “Analisis Penggunaan Bengkung dan Minuman Herbal pada Ibu Post Partum di Desa Rancabango Kecamatan Patokbeusi Subang,” Asian Res. Midwifery, 2020.
[19] L. Wahyuni, N., & Nurlatifah, “Faktor –Faktor Yang Mempengaruhi Proses Involusi Uterus Pada Masa Nifas Diwilayah Kerja Puskesmas Mandala Kabupaten Lebak Propinsi Banten Tahun 2016,” J. Med. (Media Inf. Kesehatan), vol. 4, no. 2, pp. 167–176, 2017, [Online]. Available: https://doi.org/10.36743/medikes.v4 i2.83

##submission.downloads##

Diterbitkan

2024-01-28