PERILAKU PENGGUNAAN KONTRASEPSI PADA PUS SELAMA PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUTA UTARA
DOI:
https://doi.org/10.36341/jomis.v5i2.1741Kata Kunci:
Perilaku; Kontrasepsi; PandemiCOVID-19Abstrak
Secara Nasional hasil pelayanan KB pada masa pandemi COVID-19 terdapat penurunan jumlah penggunaan alat kontrasepsi mencapai 40% dan terjadi di seluruh wilayah di Indonesia (BKKBN, 2020) Hal ini dapat menimbulkan berbagai masalah diantaranya meningkatnya angka kehamilan yang tidak diinginkan (unwanted pregnancy) dan baby boom atau peningkatan angka kelahiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku penggunaan kontrasepsi pada pasangan usia subur dalam masa pandemi COVID-19 di Puskesmas Kuta Utara.Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan desain penelitian cross sectional analitik. Populsai dalam penelitian ini adalah seluruh Pasangan Usia Subur (PUS) di Kota Denpasar dan jumlah sampel yang digunakan adalah 365 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil Penelitian ini didapatkan bahwa sebagian responden saat ini menggunakan kontrasepsi. Analisis data bivariat dengan chi square didapatkan variabel umur, paritas, penghasilan keluarga, persepsi manfaat, persepsi hambatan, ketersediaan tempat pelayanan, dan dukungan suami. Analisis multivariat dengan regresi logistik didapatkan bahwa variabel dukungan suami yang paling dominan berpengaruh terhadap perilaku pemakaian kontrasepsi.
Unduhan
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
1. Copyright of all journal manuscripts is held by the JOMIS : Journal of midwifery scinece
2. Formal legal provisions to access digital articles of electronic journal are subject to the provision of the Creative Commons Attribution-ShareAlike license (CC BY-NC-SA), which means that JOMIS : Journal of midwifery scinece is rightful to keep, transfer media/format, manage in the form of databases, maintain, and publish articles.
3. Published manuscripts both printed and electronic are open access for educational, research, and library purposes. Additionally, the editorial board is not responsible for any violations of copyright law.
licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.