HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG FAKTOR RESIKO ASFIKSIA PADA NEOANTUS DENGAN PERENCANAAN RUJUKAN PERSALINAN

Penulis

  • Wan Anita STIKes Tengku Maharatu https://orcid.org/0000-0002-9186-9451
  • Lita Nafratilova STIKes Tengku Maharatu
  • Ayu Sri Pratiwi STIKes Tengku Maharatu
  • Susi Susanti STIKes Tengku Maharatu
  • Devi Septiani STIKes Tengku Maharatu

DOI:

https://doi.org/10.36341/jomis.v6i2.2510

Kata Kunci:

pengetahuan, asfiksia, perencanaan rujukan, pengetahuan, asfiksia, perencanaan rujukan

Abstrak

Asfiksia adalah keadaan bayi yang tidak dapat bernafas, sehingga menurunkan O2 dan meningkatkan CO2 yang berdampak buruk. Faktor resiko kejadian asfiksia yaitu faktor ibu seperti gangguan his, adanya perdarahan antepartum, usia ibu kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, primipara dan grande multipara, sosial ekonomi rendah, preeklampsi dan gangguan his. Faktor bayi yaitu depresi pernafasan karena obat-obatan anesthesia atau analgetika yang diberikan pada ibu, perdarahan intrakranial,  kelainan bawaan, prematur, postmatur, kelainan letak, bayi kembar, distosia bahu, ekstraksi vakum, forseps, air ketuban bercampur dengan mekonium. Faktor plasenta seperti lilitan tali pusat, tali pusat pendek, simpul tali pusat, dan prolap tali pusat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang faktor resiko asfiksia bayi baru lahir dengan perencanaan rujukan persalinan. Jenis penelitian adalah kuantitatif analitik dengan desain penelitian cross sectional.Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas RI Sidomulyo dengan instrumen penelitian berupa kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan pengetahuan ibu tentang faktor resiko asfiksia bayi baru lahir dengan perencanaan rujukan persalinan dengan nilai p value = 0.007. Penelitian ini diharapkan bagi bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan pada ibu hamil untuk memberikan pengetahuan tentang faktor resiko asfiksia bayi baru lahir sehingga ibu hamil dapat membuat perencanaan rujukan persalinan apabila pada proses persalinan mengalami resiko asfiksia bayi baru lahir  dan adanya pengetahuan ibu hamil tentang faktor resiko asfiksia bayi baru lahir sehingga dapat membuat perencanaan rujukan persalinan apabila ditemukan kasus kehawatdaruratan pada bayi baru lahir.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-07-31