TRANSFORMASI DIGITAL WARISAN BUDAYA LOKAL: PEMERTAHANAN DAN PELESTARAIAN NILAI KEARIFAN LOKAL DI KAWASAN TELUK TOMINI
DOI:
https://doi.org/10.36341/jpm.v8i1.5255Kata Kunci:
Digital Transformation, Cultural Heritage, Local CultureAbstrak
Teluk Tomini adalah kawasan yang sarat dengan kekayaan budaya lokal, seperti tradisi kesenian dan kearifan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Namun, di tengah gempuran globalisasi dan modernisasi, budaya ini menghadapi ancaman nyata. Minimnya dokumentasi dan keterbatasan teknologi di daerah terpencil membuat upaya melestarikan budaya semakin sulit. Melihat situasi ini, kegiatan pengabdian masyarakat kami hadir dengan harapan dapat membantu masyarakat Teluk Tomini mempertahankan dan melestarikan budaya mereka. Kami memulai dengan sosialisasi sederhana, mengenalkan teknologi kepada masyarakat agar mereka dapat mendokumentasikan budaya lokal seperti tarian, musik, cerita rakyat, dan artefak berharga lainnya. Dengan bantuan masyarakat, kami berhasil mengabadikan kekayaan budaya tersebut dalam format digital, seperti video, audio, dan foto. Tak hanya itu, kami juga mengembangkan platform digital yang memungkinkan budaya ini bisa diakses tak hanya oleh masyarakat setempat, tapi juga oleh seluruh dunia. Dampak dari kegiatan ini sangat terasa. Generasi muda semakin sadar akan pentingnya melestarikan budaya mereka. Meski begitu, hambatan teknologi, seperti akses internet yang terbatas, masih menjadi tantangan besar. Kami menyadari bahwa perlu ada upaya berkelanjutan untuk menghadapi kendala ini, agar masyarakat Teluk Tomini benar-benar bisa terus berperan aktif dalam menjaga warisan budaya mereka. Dengan evaluasi dan monitoring yang kami lakukan secara berkala, kami terus memantau keberhasilan dari penggunaan platform ini. Harapannya, teknologi bisa menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu dan masa depan, memastikan warisan budaya Teluk Tomini tetap hidup di tengah kemajuan zaman.
Unduhan
Referensi
Y. Lian and J. Xie, “The Evolution of Digital Cultural Heritage Research: Identifying Key Trends, Hotspots, and Challenges through Bibliometric Analysis,†Sustainability (Switzerland), vol. 16, no. 16, Aug. 2024, doi: 10.3390/su16167125.
Y. Y. Sahria and S. Eko Bawono, “Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemetaan Dan Optimaliasi Potensi Desa Wisata Segajih Live In Education Kulon Progo,†Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, vol. 6, no. 3, pp. 264–278, Jul. 2023, doi: 10.36341/jpm.v6i3.3228.
H. Fauzi, H. M. Sharif, and R. A. Razak, “Virtualization of Digitalized Cultural Assets to Promote Sustainable Heritage Tourism in Malaysia,†International Journal of Environment, Architecture, and Societies, vol. 2, no. 02, pp. 85–99, Aug. 2022, doi: 10.26418/ijeas.2022.2.02.85-99.
M. Torres-González, A. J. Prieto, F. J. Alejandre, and F. J. Blasco-López, “Digital management focused on the preventive maintenance of World Heritage Sites,†Autom Constr, vol. 129, Sep. 2021, doi: 10.1016/j.autcon.2021.103813.
P. Cheong, P. Fischer-Nielsen, S. Gelfgren, and C. Ess, “Digital religion, social media and culture: perspectives, practices, and futures,†2012, Accessed: May 15, 2024. [Online]. Available: https://ixtheo.de/Record/1617378151
M. Zhao, X. Wu, H. T. Liao, and Y. Liu, “Exploring research fronts and topics of Big Data and Artificial Intelligence application for cultural heritage and museum research,†in IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, Institute of Physics Publishing, Apr. 2020. doi: 10.1088/1757-899X/806/1/012036.
G. Latuni, T. Komansilan, and S. Kumajas, “Digitalisasi Budaya untuk Meningkatkan Apresiasi Terhadap Kolintang Alat Musik Khas Sulawesi Utara.†[Online]. Available: https://ejurnal.unima.ac.id/index.php/ismartedu
R. Eppich and J. L. G. Grinda, “Sustainable financial management of tangible cultural heritage sites,†Journal of Cultural Heritage Management and Sustainable Development, vol. 9, no. 3, pp. 282–299, Jun. 2019.
F. J. Ballina, “Smart business: the element of delay in the future of smart tourism,†Journal of Tourism Futures, vol. 8, no. 1, pp. 37–54, Apr. 2022, doi: 10.1108/JTF-02-2020-0018.
Kurniati, “Peran Perpustakaan Dalam Melestarikan Warisan Budaya dan Sejarah Lokal,†The Light Journal of Librarianship and Information Science, vol. 3, no. 2, pp. 102–114, Dec. 2023.
J. Penelitian Pendidikan, dan Budaya, and N. Nurjanah, “80│ Nunuy Nurjanah Digitalisasi Bahasa, Sastra, Budaya Daerah Serta Pembelajarannya Sebagai Transformasi Era Society 5.0â€.
A. Susilawati Dwita, C. Anwar, N. P. Santiari Linda, and Sitorus Zunaida, BUKU Referensi Sistem Informasi Berbasis Kearifan Lokal E-Book. Malang: PT. Literasi Nusantara Abadi Grup, 2023.
A. Kurnia and L. Cempaka, “Literasi Digital Bagi Pelajar: Bijak Bermedia Sosial Dan Cerdas Memanfaatkan Media Massa (Studi Kasus Konten Makanan Di SMK Merah Putih Bekasi),†Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, vol. 6, no. 3, pp. 287–299, Jul. 2023, doi: 10.36341/jpm.v6i3.3089.
P. Dwihantoro, D. Susanti, P. Sukmasetya, and R. Faizah, “Digitalisasi Kesenian Njanen: Strategi Pelestarian Kebudayaan Melalui Platform Sosial Media,†2023. [Online]. Available: https://madaniya.pustaka.my.id/journals/contents/article/view/363
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
1. Copyright of all journal manuscripts is held by the Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin.Formal legal provisions to access digital articles of electronic journal are subject to the provision of the Creative
2. Commons Attribution-ShareAlike license (CC BY-NC-SA), which means that Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin is rightful to keep, transfer media/format, manage in the form of databases, maintain, and
3. publish articles.Published manuscripts both printed and electronic are open access for educational, research, and library purposes. Additionally, the editorial board is not responsible for any violations of copyright law.
licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.