Formulasi Dan Evaluasi Granul Effervescent Kombinasi Ekstrak Kering Rimpang Jahe Merah, Temulawak Dan Kayu Manis

Penulis

  • Wahyu Margi Sidoretno Universitas Abdurrab

DOI:

https://doi.org/10.36341/jops.v5i2.2461

Kata Kunci:

Effervescent, Jahe merah, temulawak, kayu manis

Abstrak

Granul effervescent merupakan serbuk kasar sampai kasar sekali mengandung unsur obat dalam campuran yang kering, biasanya terdiri dari natrium bikarbonat, asam sitrat, dan asam tartrat bila ditambah dengan air, asam dan basanya bereaksi membebaskan karbondioksida sehingga menghasilkan buih. Sediaan dalam bentuk Effervescent dapat menghasilkan rasa yang enak yang disebabkan adanya karbonat yang mana dapat membantu memperbaiki rasa dari beberapa obat tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi ekstrak kering rimpang jahe merah, temulawak dan kayu manis yang di formulasi  menjadi granul effervescent dan memenuhi kriteria granul effervescent yang baik. Metode yang digunakan adalah granulasi basah dengan empat variasi formula yaitu F1 merupakan granul biasa, F2 granul effervescent tanpa zat aktif, F3 dan F4 granul effervescent dengan variasi asam dan basa. Evaluasi mutu fisik granul meliputi uji kadar air, uji kompresibilitas, uji waktu alir,  sudut istirahat, uji daya penyerapan cairan, Scanning Electron Microscope (SEM), waktu dispersi dan pH. Berdasarkan hasil yang diperoleh kombinasi ekstrak kering rimpang jahe merah, temulawak dan kayu manis dapat diformulasi menjadi granul effervescent. Sediaan granul effervescent kombinasi ekstrak kering rimpang jahe merah, temulawak dan kayu manis belum memenuhi kriteria granul effervescent yang baik yaitu pada pengujian kadar air granul F2, F3, F4 masing masing diperoleh 6,47±0,07, 6,61±0,03, dan 5,82±0,04% dimana rentang kadar air granul yang baik 2-5%

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Ahmad, S. (2006). Khasiat dan Manfaat Temulawak. Jakarta: Sinar Wadja Lestari.
Ansel, H.C.(1989). Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi Diterjemahkan Oleh Ibrahim.F. (Edisi Keempat). Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Ansel, H.C., Popovich,N.G., Allen.,L.V. (2011). Pharmaceutical Dosage Form and Drug Delivery System Ninth Edition. London: New York.
Aulton, M.E. (1988). Pharmaceutics: The Science of Dosage Form Design: Health Science Book. New York: Churchill Livingstone.
Aryanta, I.W.R. (2019). Manfaat Jahe Untuk Kesehatan. E.Jurnal Widya Kesehatan. 1(2).
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta : Direktoral Jendral Pengawan Obat dan Makanan.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, (2008). Farmakope Herbal Indonesia edisi I. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Hakim, L. (2015). Rempah & Herba Kebun-Pekarangan Rumah Masyarakat. Yogyakarta: Diandra Creative.
Halim, A. (2012). Farmasi Fisika Pulva Engginering. Padang: Andalas University Press
Hasan, F., Murwani, S., Indrati, R. (2014). Efek Imunostimulator Ekstrak Etanol Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) terhadap Peningkatan Jumlah Sel T CD4 dan T CD8 pada Mencit BALB/C. (Disertasi). Malang: Universitas Brawijaya.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (1994). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 661/Menkes/SK/VII/1994 Tentang Persyaratan Obat Tradisional. Jakarta : Kementerian Kesehatan
Kholidah, S, Yuliet, Khumaidi, A. (2014). Formulasi Tablet Effervescent Jahe (Z Officinale Roscoe) Dengan Variasi Konsentrasi Sumber Asam Dan Basa. Online Jurnal Of Natural Science, Vol. 3(3): 216 - 229 ISSN: 2338-0950.
Lachman, L., & Lieberman, H. A. (1994). Teori dan Praktek Farmasi Industri, Edisi Kedua, 1091-1098, UI Press, Jakarta.
Lachman. L., Lieberman, H.A.,Schwartz, J. B.(2008). (Terjemahan), Teori dan Praktek Farmasi Industri. Volume 1. New York: Marcel Dekker Inc.
Pramono, Y. B., & Nurwantoro, N. (2019). Evaluasi Kadar Gula, Kadar Air, Kadar Asam dan pH pada Pembuatan Tablet Effervescent Buah Nangka. Jurnal Teknologi Pangan, 3(1), 36-41.
Rahmawati, I. F., Pribadi, P., & Hidayat, I. W. (2016). Formulasi Dan Evaluasi Granul Effervescent Ekstra .Daun Binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steen.). Jurnal Pharmaciana, 6(2), 139-147.
Sa’diah, S., Anwar, E., Jufri, M., Cahyaningsih, U. (2019). Perbandingan Ekstrak Jahe Merah (Zingiber Officinale Roscoe. Var. rubrum), Gingerol, Dan Shagaol Sebagai Anti Toksoplasma Terhadap Parasite Toxoplasma Gondii Secara n-Vitro. Jurnal Jamu Indonesia, 4(3), 93-102.
Siregar, C., & Wikarsa, S. (2010). Teknologi Farmasi Sediaan Tablet: Dasar-Dasar Praktek,. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Syofyan, Yanuarto T, Octavia, M. (2015). Pengaruh Kombinasi Magnesium Stearat dan Talkum sebagai Lubrikan terhadap Profil Disolusi Tablet Ibuprofen. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, (2), 195-206
Vitanti, T. A. P., Kawiji., Nurhartadi. E. (2016). Pengaruh Metode Ekstraksi Oleoresin Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Dengan Pengeringan Solar Dryer Terhadap Kadar Kurkuminoid, Total Fenol Dan Aktivitas Antioksidan. Jurnal Biofarmasi, 14 (1), 1-9.
Voight, R. (1994). Pengantar Teknologi Farmasi. Penerjemah: Soedani, N. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada Press.
Zulharmitta, Z., Kasypiah, U., & Rivai, H. (2017). Pembuatan Dan Karakterisasi Ekstrak Kering Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.). Jurnal Farmasi Higea, 4(2), 147-157

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-06-28

Cara Mengutip

Sidoretno, W. M. (2022). Formulasi Dan Evaluasi Granul Effervescent Kombinasi Ekstrak Kering Rimpang Jahe Merah, Temulawak Dan Kayu Manis. JURNAL FARMASI DAN MAKANAN, 5(2), 21–35. https://doi.org/10.36341/jops.v5i2.2461