INPLEMENTASI BUSINESS INTELLIGENCE DAN MARKET BASKET ANALYSIS UNTUK ANALISA DATA PENJULAN DI PT. ABC
DOI:
https://doi.org/10.36341/rabit.v7i1.2091Kata Kunci:
Sistem Informasi, Business Intelligence, Assosiation Rule, AprioriAbstrak
Ditengah merebaknya kasus pandemi Covid-19 pada tahun 2020 di Indonesia, terjadi perubahan kecenderungan perilaku pelanggan dalam melakukan proses transaksi belanja khususnya pada gerai minimarket. Dengan diberlakukannya pysical distancing, pelanggan dituntut untuk berbelanja seefektif mungkin untuk menghindari penumpukan di dalam gerai. Manajemen perusahaan harus membuat setrategi untuk menyikapi perubahan perilaku dari pelanggan. Pada penelitian ini dikembangkan Business Intelligence dan metode Market Basket Analysis yaitu Apriori untuk menganalisa perilaku pelanggan dengan cara menganalisa riwayat transaksi penjualan. Hasil penelitian menunjukkan dashboard Business Intelligence dapat menampilkan data dalam bentuk grafik dan tabel sehingga memudahkan pengguna dalam proses analisa. Selain itu Association Rule menggunakan metode Apriori menghasilkan nilai support dan confidence sebagai gambaran produk-produk yang saling terkait, sehingga pihak merchendaising dapat dengan mudah membuat keputusan. Hasil pengujian blackbox menunjukkan aplikasi yang dikembangkan dapat diterima oleh pengguna karena semua kebutuhan pengguna dapat diselesaikan oleh aplikasi.
Unduhan
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
1. Hak cipta dari semua manuskrip jurnal dipegang oleh RABIT: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab.
2. Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel digital jurnal elektronik tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-NC-SA), yang berarti bahwa RABIT: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab berhak untuk menyimpan, mentransfer media / format, mengelola dalam bentuk basis data, memelihara, dan menerbitkan artikel.
3. Naskah yang diterbitkan baik cetak maupun elektronik adalah akses terbuka untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain itu, dewan editorial tidak bertanggung jawab atas pelanggaran hukum hak cipta.