ANALISIS USER SENTIMENT APLIKASI GOOGLE MAPS, MAPS.ME DAN WAZE MENGGUNAKAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE
DOI:
https://doi.org/10.36341/rabit.v8i1.3020Kata Kunci:
Google Play, Analisis Sentiment, Google Play Support Vector MachineAbstrak
Dewasa ini aplikasi penunjuk arah sudah sering digunakan oleh banyak masyarakat, aplikasi ini sangat membantu para penggunanya dalam mencari rute perjalanan terbaik, hanya dengan memasukan kode alamat maka aplikasi ini dapat memberikan rute jalan yang dapat dilalui untuk berbagai jenis kendaraan. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa aplikasi penunjuk arah yang banyak digunakan dengan komentar positif dan negatif yang berbeda-beda. Ada beberapa jenis aplikasi yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu Google Maps, Maps.me, dan Waze, data yang diambil yaitu data komentar pengguna dengan cara web scraping. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui ulasan para pengguna dari masing-masing aplikasi yang dijadikan bahan penelitian. Pengolahan data menggunakan metode Support Vector Machine, dari masing-masing aplikasi tersebut diambil sebanyak 750 komentar, dan mendapatkan hasil akhir mapsme menjadi aplikasi dengan nilai tertinggi berdasarkan hasil akurasi 86.40%, presisi 86.55%, dan 99.69% pada nilai recall. Aplikasi Maps.me memiliki 68% komentar positif, kemudian Waze mendapatkan 29%, dan Google Maps mendapatkan 3%. Dengan hal tersebut Maps.me menjadi aplikasi dengan nilai tertinggi berdasarkan komentar positif.
Unduhan
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
1. Hak cipta dari semua manuskrip jurnal dipegang oleh RABIT: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab.
2. Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel digital jurnal elektronik tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-NC-SA), yang berarti bahwa RABIT: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab berhak untuk menyimpan, mentransfer media / format, mengelola dalam bentuk basis data, memelihara, dan menerbitkan artikel.
3. Naskah yang diterbitkan baik cetak maupun elektronik adalah akses terbuka untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain itu, dewan editorial tidak bertanggung jawab atas pelanggaran hukum hak cipta.