OPTIMASI PENENTUAN LOKASI INDUSTRI DENGAN GIS-MCA: INTEGRASI TEKNOLOGI UNTUK ANALISIS SPASIAL MENDALAM
DOI:
https://doi.org/10.36341/rabit.v9i2.5012Kata Kunci:
Industrial area, Spatial Multi-criteria Analysis, GIS, AHP, Purbalingga RegencyAbstrak
Keberadaan sektor industri yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi suatu wilayah seringkali menimbulkan permasalahan lingkungan dan kepunahan apabila lokasinya tidak sesuai dengan tujuannya. Setiap wilayah memerlukan Kawasan Peruntukkan Industri untuk pengembangan ekonomi, pemisahan aktivitas, pengelolaan lingkungan dan pengembangan infastrutkur. Tujuan penelitian ini adalah melakukan identifikasi dan menemukan lokasi Kawasan Peruntukkan Industri di Kabupaten Purbalingga yang sesuai dengan kriteria teknis berjumlah tujuh belas kriteria. Pembobotan melalui teknik Analysis Hierarchy Process untuk mendapatkan tingkat kepentingan dari semua kriteria oleh pendapat ahli. Metode yang digunakan adalah Spatial Multi-criteria Analysis menggunakan pengolah peta ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan lokasi Kawasan Peruntukkan Industri yang sangat sesuai di Kabupaten Purbalingga seluas 2.165 Ha tersebar di Kecamatan Bukateja, Kemangkon, Purbalingga dan Kalimanah. Analisis spasial mendalam menujukkan lokasi Sangat Sesuai tersebut ditunjang oleh keberadaan rencana jalan tol, stasiun, bandara dan masih dekat dengan pusat kota. Tujuh belas kriteria yang digunakan menghasilkan tiga kategori tingkat kesesuaian kawasan industri yaitu Sangat Sesuai seluas 2.165 Ha, Sesuai seluas 2.123 Ha dan Cukup Sesuai sebesar 8.071 Ha.
Unduhan
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
1. Hak cipta dari semua manuskrip jurnal dipegang oleh RABIT: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab.
2. Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel digital jurnal elektronik tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-NC-SA), yang berarti bahwa RABIT: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab berhak untuk menyimpan, mentransfer media / format, mengelola dalam bentuk basis data, memelihara, dan menerbitkan artikel.
3. Naskah yang diterbitkan baik cetak maupun elektronik adalah akses terbuka untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain itu, dewan editorial tidak bertanggung jawab atas pelanggaran hukum hak cipta.