DEVELOPING CYBERCOUNSELING FOR JOB SECTOR SELECTION
DOI:
https://doi.org/10.36341/rabit.v3i2.468Kata Kunci:
mahasiswa, karir, optimal, keahlian, cybercounselingAbstrak
Dalam institusi pendidikan tinggi mahasiswa disiapkan untuk siap bekerja. Pada pendidikan tinggi ini terdapat mahasiswa yang memiliki usia yang cukup matang untuk mengambil keputusan, namun sering ditemui masalah bahwa mahasiswa kesulitan memilih pekerjaan dan merencanakan karir. Mahasiswa perlu mengotimalkan keahlian-keahlian sesuai pekerjaan yang akan datang dengan mengenali tipe kepribadiannya sehingga dapat mendukung keberhasilan pemilihan pekerjaan. Di lapangan, sering terjadi masalah kurangnya bimbingan karir oleh konselor kepada mahasiswa sehingga mahasiswa kurang dapat mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. Oleh karena itu, diperlukan sarana yang dapat membantu kedua belah pihak melakukan komunikasi dalam ranah konseling bimbingan karir.
Solusi yang ditawarkan dalam penelitian ini adalah melalui pembuatan sistem cybercounseling. Sistem ini memfasilitasi mahasiswa dan konselor untuk berkomunikasi, mengenali kepribadian mahasiswa melalui pengukuran berbasis Myers-Brigs Type Indicator (MBTI), dan rekomendasi bidang pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian mahasiswa. Pengukuran ini akan dilakukan dalam sistem berbasis komputer sehingga klasifikasi kepribadian dapat diketahui oleh konselor. Sistem pakar ini dapat dijadikan sebagai dukungan pengambilan keputusan untuk menempatkan ke bidang pekerjaan yang sesuai
Unduhan
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
1. Hak cipta dari semua manuskrip jurnal dipegang oleh RABIT: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab.
2. Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel digital jurnal elektronik tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-NC-SA), yang berarti bahwa RABIT: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab berhak untuk menyimpan, mentransfer media / format, mengelola dalam bentuk basis data, memelihara, dan menerbitkan artikel.
3. Naskah yang diterbitkan baik cetak maupun elektronik adalah akses terbuka untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain itu, dewan editorial tidak bertanggung jawab atas pelanggaran hukum hak cipta.