METODE ROUGH SET UNTUK MENGANALISA PROBLEMATIKA GURU DALAM MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER
DOI:
https://doi.org/10.36341/rabit.v1i1.709Kata Kunci:
data mining, rough set, komputer, media pembelajaran, guruAbstrak
Perkembangan teknologi informasi berbagai bentuk, salah satunya dalam bidang Artificial Intellegence berupa data mining. Data mining adalah proses yang mempekerjakan satu atau lebih teknik pembelajaran komputer (mechine learning) untuk menganalisis data dan mengekstraksi pengetahuan (knowledge) secara otomatis. Data mining digunakan untuk menganalisa problem guru dalam menggunakan media pembelajaran berbasis komputer. Untuk mengetahui problem guru dalam menggunakan media pembelajaran berbasis komputer, maka penelitian ini menggunakan perhitungan dalam bentuk data mining dengan metode rough set. Menerapkan data mining rough set untuk menggali pengetahuan, yang merupakan sumber informasi dalam pengambilan keputusan. Dengan metode roughset ini permasalahan yang terjadi pada guru dapat teratasi dalam menggunakan media pembelajaran berbasis komputer. Setiap sekolah dapat mengetahui perkembangan gurunya dalam menggunakan media pembelajaran yang teknologi komputer.
Unduhan
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2016 Rabit : Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
1. Hak cipta dari semua manuskrip jurnal dipegang oleh RABIT: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab.
2. Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel digital jurnal elektronik tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-NC-SA), yang berarti bahwa RABIT: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab berhak untuk menyimpan, mentransfer media / format, mengelola dalam bentuk basis data, memelihara, dan menerbitkan artikel.
3. Naskah yang diterbitkan baik cetak maupun elektronik adalah akses terbuka untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain itu, dewan editorial tidak bertanggung jawab atas pelanggaran hukum hak cipta.