MOBILE GAME EDUKASI PAUD SEBAGAI MEDIA PENGENALAN DENGAN TEKNIK SPEECH RECOGNITION
DOI:
https://doi.org/10.36341/rabit.v7i2.2431Kata Kunci:
Anak Usia Dini, Game Edukasi, Speech Recognition, PaudAbstrak
Pembelajar anak usia dini lebih suka belajar melalui bermain. Namun, ketika Covid-19 menyebar, proses belajar mengajar sangat dibatasi. Akibatnya anak kecil lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain daripada belajar, dan mereka disibukkan dengan ponsel atau smartphone mereka, terlepas dari teman mereka, yang membuat mereka malas untuk belajar. Pendidikan usia dini anak memiliki enam tujuan: norma agama dan moral, pengembangan keterampilan fisik dan motorik, pengembangan kognitif, pengembangan sosial-emosional, pengembangan bahasa, dan pengembangan artistik. Belajar sambil bermain adalah cara yang bagus untuk menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran di masa pandemi ini. Membuat belajar lebih mudah bagi anak-anak melalui Android dan teknik Speech Recognition (perintah suara) membuat belajar menjadi menyenangkan bagi anak-anak! Dalam metode waterfall, kerja suatu sistem dilakukan secara berurutan atau linier. Dengan bantuan aplikasi game edukasi ini, anak-anak akan belajar bagaimana berkomunikasi dan memperluas wawasan mereka ketika belajar atau menjawab pertanyaan di kemudian hari. Berbagai materi akan disajikan dalam game ini untuk membantu mengenalkan siswa pada huruf arab, angka, dan hijaiyyah. Ini adalah alat yang sangat baik untuk dimiliki oleh orang tua atau guru PAUD.
Unduhan
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
1. Hak cipta dari semua manuskrip jurnal dipegang oleh RABIT: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab.
2. Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel digital jurnal elektronik tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-NC-SA), yang berarti bahwa RABIT: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab berhak untuk menyimpan, mentransfer media / format, mengelola dalam bentuk basis data, memelihara, dan menerbitkan artikel.
3. Naskah yang diterbitkan baik cetak maupun elektronik adalah akses terbuka untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain itu, dewan editorial tidak bertanggung jawab atas pelanggaran hukum hak cipta.